Investasi Subang Tinggi, Kang Rey Fokus Serap Tenaga Kerja

Investasi di Kabupaten Subang terus tumbuh pesat hingga menembus Rp18,2 triliun. Namun Bupati Subang Kang Rey menegaskan, investasi tinggi harus berdampak nyata pada penyerapan tenaga kerja lokal.

“Saya tegaskan, di kepemimpinan saya, saya tidak pernah mempersulit investor atau meminta satu peser pun. Permintaan saya hanya satu, seluruh industri yang masuk Kabupaten Subang harus mempekerjakan tenaga kerja asal Subang,” tegasnya.

Kang Rey mengungkapkan bahwa tingginya realisasi investasi belum sepenuhnya menghadirkan kebahagiaan karena angka pengangguran terbuka di Kabupaten Subang masih cukup tinggi dan saat ini diperkirakan mencapai sekitar 65 ribu orang.

Menurutnya, indikator keberhasilan investasi tidak hanya dilihat dari besarnya angka investasi, tetapi juga sejauh mana investasi tersebut mampu menurunkan tingkat pengangguran di daerah.

“Walau Subang menjadi salah satu daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Rebana, terus terang saya belum bahagia karena masih banyak anak-anak kita yang belum mendapat pekerjaan. Bagi saya, investasi tinggi harus diikuti penurunan angka pengangguran,” ungkapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang mulai menyiapkan strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan politeknik di Kabupaten Subang.

Langkah tersebut dilakukan agar lulusan pendidikan tinggi di Subang memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang di wilayah Kabupaten Subang.

“Hari ini kita undang perguruan tinggi untuk menyiapkan SDM. Kita ingin lima sampai sepuluh tahun ke depan sudah tersedia lulusan yang sesuai kebutuhan industri yang masuk ke Kabupaten Subang,” katanya.

Selain menyiapkan SDM, Pemerintah Kabupaten Subang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah menyiapkan sistem layanan pencari kerja satu pintu guna mempermudah proses rekrutmen tenaga kerja sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem outsourcing.

“Jangka pendek, pemerintah daerah bersama provinsi sedang menyiapkan sistem satu pintu yang di dalamnya ada proses seleksi agar tidak ada lagi pencari kerja yang harus melalui outsourcing,” pungkas Kang Rey. (**)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *