Muswil VII KAHMI Jabar, Dedi Mulyadi Serukan Semangat “Yakin Usaha Sampai”

SAE/PESANJABAR
Muswil VII KAHMI Jawa Barat menetapkan tujuh Presidium Majelis Wilayah KAHMI Jawa Barat periode 2026-2031. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat kontribusi KAHMI bagi masyarakat dan pembangunan Jawa Barat.

BANDUNG.pesanjabar.com – Minggu (9/8/2026). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kerja keras bagi kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam menghadapi perubahan zaman saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Jawa Barat di Grand Asrilia Hotel Convention, Kota Bandung. Dalam sambutannya, Dedi mengingatkan bahwa keberhasilan di bidang politik, ekonomi, maupun akademik tidak lagi cukup mengandalkan kedekatan senior dan junior, tetapi membutuhkan kerja keras serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia digital.

Muswil VII KAHMI Jawa Barat berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Transformasi Keumatan Menuju Jawa Barat Istimewa.” Agenda tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih Presidium Majelis Wilayah KAHMI Jawa Barat periode 2026-2031.

Dalam sambutannya, Dedi menyinggung perubahan kondisi yang dihadapi generasi muda dan alumni HMI saat ini. Menurutnya, pola hubungan kakanda-adinda yang dahulu dianggap dapat membuka berbagai peluang tidak lagi menjadi jaminan keberhasilan.

“Adinda rakanda tidak bisa lagi seperti zaman dulu, kakanda dan adinda. Dulu, kalau sudah menjadi adindanya Pak Akbar, sudah jaminan DPR, sudah jaminan menteri,” ujar Dedi.

Ia menegaskan, situasi saat ini menuntut setiap individu untuk berusaha dan bekerja keras dalam menentukan masa depannya.

“Tapi hari ini, semua orang harus berkeringat. Kenapa? Nasib politik, nasib ekonomi, nasib akademis, tidak hanya bisa ditentukan dengan adinda,” katanya.

Harus Mampu Berenang di Dunia Digital

Dedi menyampaikan bahwa perubahan zaman menghadirkan persaingan yang semakin keras. Karena itu, kader dan alumni HMI dituntut tidak hanya mengandalkan jaringan organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia digital.

“Harus kerja keras, berenang di atas dunia, digital yang semakin keras,” tutur Dedi dalam sambutannya.

Pesan tersebut disampaikan Dedi dalam rangka memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi generasi saat ini. Menurutnya, perubahan sosial, ekonomi, politik, dan perkembangan teknologi menuntut setiap orang untuk memiliki daya juang serta kemampuan menghadapi persaingan.

Dedi kemudian menyampaikan selamat kepada seluruh peserta Muswil VII KAHMI Jawa Barat yang tengah menjalankan agenda organisasi.

“Untuk itu, selamat bermusyawarah wilayah. Semoga dilahirkan rekanda, kakanda, presidium wilayah yang memiliki spirit, yakin, usaha, sampai,” ucapnya.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *