Sosial  

Literasi Digital Cegah Judi Online di Kalangan Pelajar

kuningankab.go.id/PESANJABAR
Melalui tema "Rentetan Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online", Diskominfo Kuningan mengajak pelajar memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

“Ketika sudah kecanduan, pikiran akan terus dipenuhi keinginan untuk bermain lagi meski sudah berkali-kali kalah. Inilah yang membuat judi online sangat berbahaya,” katanya.

Menurut Nana, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena pelajar merupakan kelompok yang sangat dekat dengan penggunaan internet, media sosial, dan berbagai platform digital setiap hari.

Ia mengingatkan bahwa dampak judi online dan pinjaman online ilegal dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Selain menguras keuangan, praktik tersebut berpotensi menurunkan prestasi belajar, mendorong kebiasaan berbohong kepada orang tua, mengganggu kesehatan mental, hingga memicu tindakan melanggar hukum demi memperoleh uang untuk berjudi atau melunasi utang.

“Tekanan akibat kekalahan berjudi dan beban utang dapat memicu stres, kecemasan, depresi, bahkan dalam kondisi tertentu mendorong seseorang melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri,” tuturnya.

Karena itu, Nana mengimbau para pelajar agar tidak pernah mencoba judi online, meskipun hanya karena rasa penasaran atau ajakan teman.

“Jangan pernah mencoba judi online hanya karena penasaran atau ikut-ikutan. Sekali masuk, risikonya sangat besar dan bisa merusak masa depan,” tegasnya.

Selain menjauhi judi online, ia juga mengajak para siswa memanfaatkan teknologi secara positif, bijak, dan produktif. Nana meminta pelajar tidak ragu berkonsultasi dengan orang tua, guru bimbingan konseling, maupun pihak sekolah apabila menghadapi persoalan di dunia digital.

Laman: 1 2 3

Source: kuningankab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *