Menurutnya, PDPB bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian krusial dalam menjamin pemilu yang berkualitas dan berintegritas. Data pemilih yang valid dinilai sangat berpengaruh terhadap legitimasi hasil pemilu.
Akbar juga menekankan perlunya keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, dalam mendukung proses tersebut. Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam membantu mendata siswa yang telah memenuhi syarat usia sebagai pemilih.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya pendidikan demokrasi bagi generasi muda sejak dini. Pelajar tidak hanya dipandang sebagai pemilih, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari pengawasan partisipatif untuk memastikan proses pemilu berlangsung jujur dan adil.
Dengan pemahaman yang baik mengenai demokrasi, para pelajar diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Bawaslu pun berkomitmen memperluas sosialisasi dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk komunitas pelajar dan organisasi kepemudaan.
Melalui langkah ini, diharapkan tidak hanya tercipta data pemilih yang akurat, tetapi juga meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi. (****)












