Bunuh Diri Ekologis: HMI Subang Kecam Alih Fungsi Lahan Nanas Menjadi Tebu

Bunuh Diri Ekologis: HMI Subang Kecam Alih Fungsi Lahan Nanas Menjadi Tebu

SUBANG.pesanjabar.com Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang secara tegas menyatakan sikap menolak keras proyek alih fungsi lahan di kawasan Subang Selatan. Rencana sepihak yang membabat perkebunan Nanas ikonik di wilayah Jalancagak dan Ciater demi proyek pembibitan tebu nasional dinilai sebagai langkah mundur yang mencederai kedaulatan pangan lokal dan menabrak aturan tata ruang.

Kawasan Jalancagak dan sekitarnya bukan sekadar hamparan tanah kosong. Wilayah ini adalah benteng pertahanan hijau ekologis, lumbung ekonomi rakyat, sekaligus pemegang identitas kultural Kabupaten Subang yang tersohor dengan komoditas Nanas Si Madu. Memaksakan konversi lahan ke tanaman tebu secara masif adalah bentuk ketidakadilan terhadap ruang hidup petani lokal yang sudah menggantungkan hidupnya secara turun-temurun pada komoditas nanas.

 

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Subang menyatakan bahwa tindakan alih fungsi lahan ini adalah bukti nyata bahwa identitas daerah sedang berada di ujung tanduk. Menurutnya, masyarakat seolah dipaksa tunduk pada kebijakan sepihak pemerintah.

“Mengorbankan nanas demi tebu sama saja dengan mengorbankan isi piring rakyat demi memenuhi kepentingan pemerintah!” tegasnya.

HMI Cabang Subang mencatat rapor merah atas pemaksaan proyek alih fungsi lahan ini:

1. Pembangkangan Terhadap Semangat Perlindungan LP2B

Pemerintah Kabupaten Subang baru saja berkomitmen mendorong Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) demi ketahanan pangan. Namun, proyek pembenihan tebu berskala besar di lahan yang seharusnya dilindungi ini justru menunjukkan adanya standar ganda dalam kebijakan tata ruang. Konversi ini memicu pertanyaan besar: Apakah LP2B hanya sakral untuk membendung industri kosmetik, namun tak berkutik ketika berhadapan dengan syahwat korporasi berkedok “Proyek Strategis?

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *