Berangkat dari kondisi tersebut, ia menggagas program PATAS PENTING sebagai bentuk inovasi pelayanan publik yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif seorang ayah dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada peran ibu, tetapi juga membutuhkan komitmen dan kehadiran ayah dalam proses pengasuhan, pemberian perhatian, serta pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) sebagai salah satu program prioritas dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Melalui wadah Paguyuban Ayah Teladan Subang Peduli Stunting (PATAS PENTING), para ayah didorong untuk lebih aktif berperan dalam mendampingi tumbuh kembang anak, membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga, serta menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis dan mendukung kesehatan anak.

Meitawati berharap aksi perubahan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pembangunan keluarga.
“Program PATAS PENTING diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi ayah dalam kehidupan keluarga. Pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, melalui program tersebut sosok ayah diharapkan tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga menjadi pendidik, pelindung, pendamping, motivator, sekaligus teladan bagi anak-anaknya.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara keluarga, pemerintah, kader pendamping, dan masyarakat, Kecamatan Subang optimistis mampu mendukung target Zero New Stunting 2030, sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Subang di masa depan. (**)












