“Perekonomian Indonesia 13 persen disumbang oleh Jawa Barat,” ungkapnya.
Menurutnya, hasil sensus nantinya akan menghadirkan data rinci mengenai kondisi usaha, industri, dan aktivitas ekonomi yang dapat digunakan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi secara lebih presisi.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Subang Kang Rey turut menandatangani dokumen pencanangan sebagai simbol dukungan Pemerintah Kabupaten Subang terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kabupaten Subang, Saman, S.Si, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti penting bagi Kabupaten Subang, terutama dalam memetakan perkembangan dunia usaha yang terus tumbuh di berbagai sektor.
Ia menjelaskan, data yang dihasilkan akan menjadi acuan strategis bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi daerah, mulai dari penguatan UMKM, investasi, industri, hingga pemerataan pertumbuhan ekonomi.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha di Kabupaten Subang untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi secara jujur, lengkap, serta sesuai kondisi usaha yang dijalankan. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujar Saman.
Ia menambahkan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan dukungan seluruh elemen, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat luas agar data ekonomi Kabupaten Subang dapat tergambar secara utuh dan akurat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran BPS pusat dan daerah, para kepala daerah se-Jawa Barat, serta tamu undangan lainnya. (**)












