Ia menjelaskan, pengamanan hewan kurban membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga medis veteriner, penyuluh, hingga mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keamanan hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat.
Ajat juga meminta para camat memberikan dukungan dan fasilitasi di wilayah masing-masing agar pengawasan hewan kurban berjalan optimal, terutama di daerah dengan jumlah penduduk dan hewan kurban yang tinggi.
“Kehadiran mahasiswa dan para petugas di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ajat turut menyampaikan apresiasi Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada seluruh jajaran Diskanak Kabupaten Bogor serta pihak terkait yang terlibat dalam pengamanan hewan kurban tahun ini.
“Saya berharap pelaksanaan pengamanan hewan kurban di Kabupaten Bogor terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, baik dari sisi jumlah personel maupun kualitas pengawasan, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” pungkasnya. (****)












