Di sisi lain, pelatih Arema FC, Marcos Santos, masih berupaya membawa timnya tampil lebih stabil. Pada pertemuan pertama musim ini, Arema harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-2, meski sempat unggul lebih dulu.
Kekalahan tersebut menjadi catatan penting bagi Marcos, terutama karena saat itu Persib bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah.
Dari segi komposisi tim, Persib dinilai lebih unggul dengan kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda yang berada di usia emas. Kedalaman skuad yang merata membuat Bojan memiliki banyak opsi dalam menentukan strategi.
Sebaliknya, Arema menghadapi sejumlah kendala, terutama di lini belakang akibat cedera pemain dan keterbatasan opsi pengganti. Kondisi ini memaksa Marcos melakukan berbagai penyesuaian dalam susunan pemain.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang persaingan dua tim, tetapi juga ujian bagi kedua pelatih. Bojan berpeluang mempertahankan rekor positifnya, sementara Marcos ditantang untuk memutus tren buruk Arema saat menghadapi Persib. (****)












