SUBANG,pesanjabar.com — Peringatan HUT ke-78 Kabupaten Subang kembali diwarnai kegiatan seremonial yang dikemas dalam bentuk senam sehat dan cek kesehatan gratis massal di Alun-alun Subang, Sabtu (18/4/2026). Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah pejabat daerah, tenaga kesehatan, hingga perwakilan legislatif pusat.
Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati, MARS., kegiatan tersebut menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan gigi, edukasi gizi, serta pembagian jamu gratis. Masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Meski demikian, pola kegiatan semacam ini kerap menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas dan kesinambungannya, terutama dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat yang lebih kompleks dan berjangka panjang.
Dalam sambutannya, Sekda Subang menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi upaya nyata untuk membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui senam sehat dan pemeriksaan gratis, kita ingin masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi klaim yang perlu diuji melalui dampak nyata di lapangan, mengingat kegiatan promotif semacam ini seringkali berhenti pada momentum perayaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara.
“Saya mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Subang beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih luas masyarakat,” tambahnya.
Namun di sisi lain, akses layanan kesehatan gratis yang merata di luar momen tertentu masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Sekda juga menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi pembangunan.

“Kesehatan masyarakat adalah fondasi utama dalam mewujudkan Subang yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan,” tegasnya.
Ajakan tersebut dinilai relevan, meski membutuhkan dukungan kebijakan yang lebih sistematis agar tidak berhenti sebagai imbauan normatif.






