SUBANG.pesanjabar.com – Terpilihnya kembali Elita Budiati sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang periode 2026–2031 secara aklamasi dinilai bukan sekadar bentuk keberlanjutan kepemimpinan, tetapi juga menjadi pertaruhan politik bagi Partai Golkar dalam menghadapi dinamika politik Subang menuju Pemilu 2029.
Hal tersebut disampaikan Suryaman, pemerhati politik yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Subang, menyikapi hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 DPD Partai Golkar Kabupaten Subang yang menetapkan kembali Elita Budiati sebagai ketua, Minggu (23/8/2026).
Menurut Suryaman, terpilihnya Elita secara aklamasi menunjukkan bahwa secara internal dirinya masih mendapatkan kepercayaan kuat dari jajaran kader dan struktur Partai Golkar Subang. Namun, aklamasi sekaligus membawa konsekuensi berupa tuntutan untuk membuktikan bahwa kepercayaan tersebut mampu dikonversi menjadi penguatan organisasi dan peningkatan elektoral.
“Terpilih secara aklamasi tentu menunjukkan adanya tingkat penerimaan dan kepercayaan yang kuat dari struktur internal. Tetapi setelah terpilih, tantangan sebenarnya justru dimulai. Elita harus mampu membuktikan bahwa keberlanjutan kepemimpinan ini menghasilkan Golkar yang semakin solid, semakin dekat dengan masyarakat dan semakin kuat secara elektoral,” ujar Suryaman.
Ia menilai perhatian khusus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien, yang secara langsung meminta Elita melanjutkan kepemimpinan di Subang, menunjukkan bahwa Golkar Jawa Barat melihat posisi dan peran politik Subang sebagai sesuatu yang strategis.











