SUBANG.Pesanjabar.com – Keberadaan industri kendaraan listrik di Kabupaten Subang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal kesempatan kerja. Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) saat menggelar aksi damai di kawasan PT BYD Auto Indonesia, Rabu (28/10/2026).
Pengamat sosial Subang, Megi Akbar Setiawan, yang hadir dalam aksi itu mengatakan, masyarakat ingin memiliki kesempatan lebih luas untuk bekerja di perusahaan yang beroperasi di daerahnya. Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan bukan bertujuan menghambat investasi, melainkan mencari jalan keluar agar kepentingan perusahaan dan masyarakat dapat berjalan beriringan.
“Harapan masyarakat itu ingin bagaimana caranya bisa bekerja di salah satu ikon baru Kabupaten Subang, yaitu BYD. Kami datang bukan untuk menghambat investasi, tetapi ingin berkomunikasi dan mencari solusi agar tenaga kerja lokal bisa terserap,” ujar Megi.
Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan perlu dibicarakan secara terbuka dengan melibatkan berbagai pihak. Perusahaan memiliki kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi tertentu, sementara masyarakat lokal juga membutuhkan akses terhadap peluang kerja yang tersedia.
Megi menilai, apabila kemampuan calon pekerja lokal belum sepenuhnya sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah daerah dan perusahaan dapat mencari langkah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja.
“Kalau memang ada anggapan bahwa SDM warga Kabupaten Subang belum memenuhi kualifikasi, mari kita cari formulasi bersama. Pemerintah daerah melalui Disnaker dan DPRD, khususnya komisi yang membidangi ketenagakerjaan, perlu dilibatkan untuk membahas bagaimana kesiapan SDM kita bisa ditingkatkan,” katanya.
Ia menambahkan, upaya memperluas kesempatan kerja tidak cukup hanya dengan menyediakan informasi lowongan. Peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan juga diperlukan agar pencari kerja memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk sektor kendaraan listrik yang terus berkembang.
