SUBANG.Pesanjabar.com – Perkembangan kawasan industri di Kabupaten Subang belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya. Sebagian warga mengaku masih kesulitan mendapatkan pekerjaan sehingga harus mencari penghasilan melalui usaha kecil, termasuk berjualan keliling di sekitar kawasan industri, Rabu (28/10/2026).
Keluhan tersebut disampaikan Hj. Resa, warga Kampung Bakan Opak, Desa Sawangan. Ia mengaku kesempatan kerja bagi masyarakat setempat masih sulit diperoleh. Di sisi lain, lahan yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kini telah banyak beralih menjadi kawasan perusahaan.
“Sekarang nggak ada kerjaan. Ini tanah-tanah udah pada ke PT semua. Di sini nggak ada kerja lagi, nggak ada pencarian lagi. Cuma kita bisa ikut jualan begini,” ujar Resa.
Menurutnya, mencari pekerjaan di lingkungan industri bukan perkara mudah bagi warga sekitar. Ia juga menceritakan bahwa anggota keluarganya belum berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat.
“Orang sini jarang diterima. Yang diterima orang jauh,” katanya.
Kondisi tersebut membuat Resa memilih berjualan minuman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berkeliling mencari pembeli, terutama pengendara yang melintas di sekitar kawasan industri.
Namun, aktivitas berjualan di sekitar kawasan tersebut juga memiliki keterbatasan. Resa mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa leluasa membuka lapak karena lokasi yang biasa didatangi merupakan kawasan milik pengelola industri.
“Alasannya ini tanah Surya Cipta. Iya, nggak boleh. Tapi kita mencoba. Ya, nggak maksa kita juga kalau nggak boleh,” tuturnya.
Karena tidak dapat berjualan secara bebas di satu tempat, ia memilih berkeliling ke sejumlah lokasi. Menurutnya, pengendara yang melintas terkadang berhenti untuk membeli minuman yang dijualnya.
