Sumpah Pemuda dan Tanggung Jawab Mahasiswa bagi Masa Depan Bangsa

“Mahasiswa harus berani berpikir kritis, bersuara ketika keadilan dipertaruhkan, dan bergerak ketika masyarakat membutuhkan perubahan. Sebab, Sumpah Pemuda kehilangan makna jika persatuan hanya diucapkan tanpa tindakan nyata.” (Akhmad Basuni)

Di era digital, mahasiswa juga dituntut bijak menggunakan teknologi. Media sosial seharusnya menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, memperkuat solidaritas, dan membangun kesadaran publik, bukan memperluas kebencian maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Karena itu, mahasiswa harus mampu menjadi jembatan dialog di tengah keberagaman sekaligus menjaga independensi dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik atau jabatan organisasi, tetapi juga dari kontribusinya bagi lingkungan dan bangsa. Mahasiswa harus berani berpikir, kritis dalam bersikap, dan konsisten dalam bertindak.

Sumpah Pemuda bukan sekadar warisan sejarah, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Mahasiswa hari ini adalah bagian dari penentu masa depan Indonesia. Karena itu, mari jadikan persatuan sebagai kekuatan, ilmu sebagai landasan perjuangan, dan pengabdian sebagai wujud cinta kepada bangsa.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Bersatu dalam gagasan, bergerak dalam tindakan, dan mengabdi untuk Indonesia.

Penulis: Akhmad Basuni (Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *