REDAKSI.pesanjabar.com – Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap 29 Juni bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali menyadarkan kita bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa. Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap anak, tempat nilai-nilai kehidupan ditanamkan, karakter dibentuk, dan masa depan Indonesia dipersiapkan.
Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, hingga berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks, peran keluarga justru semakin strategis. Ketahanan sebuah bangsa sesungguhnya sangat ditentukan oleh ketahanan keluarga. Apabila keluarga mampu menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, maka akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, produktif, dan memiliki daya saing.
Pemerintah melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) terus mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas. Program ini tidak lagi dipandang semata-mata sebagai pengendalian kelahiran, tetapi lebih luas sebagai upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga.
Kabupaten Subang memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana. Berbagai upaya terus dilakukan melalui peningkatan pelayanan keluarga berencana, percepatan penurunan stunting, pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga penguatan edukasi kepada masyarakat melalui para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan KB (PLKB).
Keberhasilan pembangunan keluarga tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, hingga media massa. Sinergi inilah yang menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga yang semakin dinamis.
Tema Hari Keluarga Nasional tahun ini mengingatkan kita bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari membangun keluarga. Keluarga yang harmonis akan melahirkan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat akan menciptakan masyarakat yang kuat. Pada akhirnya, masyarakat yang kuat akan menjadi fondasi bagi Indonesia yang maju.
Perhatian terhadap keluarga juga harus diwujudkan melalui keterlibatan seluruh anggota keluarga, termasuk peran ayah dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, teladan, dan sahabat bagi anak-anaknya. Demikian pula peran ibu yang selama ini menjadi pilar utama dalam menjaga keharmonisan keluarga harus terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan.
Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa berhak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan. Oleh karena itu, perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga yang memberikan rasa aman akan melahirkan anak-anak yang percaya diri, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Momentum Hari Keluarga Nasional juga menjadi pengingat bahwa pembangunan kependudukan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas keluarga. Pengelolaan kependudukan yang baik akan memberikan bonus demografi yang optimal apabila ditopang oleh keluarga-keluarga yang berkualitas.
Sebagai Kepala DP2KBP3A Kabupaten Subang, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai gerakan bersama dalam memperkuat fungsi keluarga. Mari kita bangun komunikasi yang hangat di rumah, tingkatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, wujudkan kesetaraan peran dalam keluarga, serta terus mendukung berbagai program pembangunan keluarga yang telah dijalankan pemerintah.
Keluarga bukan hanya tempat kita berasal, tetapi juga tempat lahirnya harapan bagi masa depan bangsa. Dari keluarga yang tangguh akan lahir generasi emas yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Selamat Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2026. Mari kita jadikan keluarga sebagai pusat pembangunan, sumber kekuatan, dan pondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis: Dr. Drs. H. Yayat Sudrajat, MM., M.Si.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang






