SUBANG.pesanjabar.com – Konferensi Kabupaten Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Subang menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi, menyatukan anggota, dan menentukan arah kepemimpinan ke depan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu menyelesaikan persoalan internal, menjaga profesionalisme wartawan, serta memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan daerah. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Betha Subang, Rabu (14/10/2026).
Ketua Panitia Penyelenggara, Riki Darmayanto, berharap konferensi tersebut dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif bagi organisasi. Menurutnya, soliditas menjadi salah satu hal penting yang perlu diperkuat agar PWI dapat menjalankan perannya secara optimal.
“Harapannya, kepemimpinan yang baru bisa lebih solid,” ujar Riki.
Ia berharap proses konferensi tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh anggota untuk memperkuat kebersamaan dan membangun komitmen bersama dalam menjalankan roda organisasi.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Subang, Tantan Sulton Bukawan, menekankan pentingnya keterlibatan anggota dalam konferensi. Ia berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi dalam menentukan kepemimpinan yang akan membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Dalam konferensi tersebut, terdapat dua calon yang akan berkontestasi untuk memperebutkan posisi Ketua PWI Kabupaten Subang. Tantan menegaskan bahwa proses pemilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang seharusnya tidak menimbulkan perpecahan di antara anggota.
Menurutnya, kemenangan dalam kontestasi bukanlah tujuan akhir. Hal yang lebih penting adalah bagaimana ketua terpilih mampu menjalankan amanah organisasi dan merangkul seluruh anggota, termasuk mereka yang memiliki pilihan berbeda.
“Perjuangan untuk memenangkan bukan tujuan. Siapa pun yang jadi, bukan alasan untuk jumawa,” tegas Tantan.
Ia mengungkapkan, ketua terpilih akan menghadapi sejumlah pekerjaan berat, terutama dalam menyikapi persoalan internal yang selama ini menjadi tantangan bagi organisasi. Salah satunya berkaitan dengan dualisme dan berbagai persoalan yang terkadang dapat maupun tidak dapat diterima oleh sebagian anggota.
Karena itu, kepemimpinan berikutnya diharapkan mampu membuka ruang komunikasi, membangun kepercayaan, dan mencari penyelesaian atas berbagai perbedaan yang ada. Upaya tersebut dinilai penting agar seluruh anggota dapat kembali berfokus pada tugas dan tanggung jawab sebagai insan pers.
Tantan juga mengingatkan bahwa jabatan ketua bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab untuk menjaga keutuhan organisasi. Kepemimpinan yang terpilih diharapkan tidak hanya mengakomodasi kelompok tertentu, tetapi juga mengedepankan kepentingan bersama.
Selain persoalan internal, Tantan menyoroti peran penting wartawan dalam pembangunan Kabupaten Subang. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mengawasi jalannya kebijakan dan program pembangunan pemerintah.
Melalui pemberitaan, masyarakat dapat mengetahui berbagai aktivitas pemerintah, perkembangan pembangunan, serta kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan publik. Dengan demikian, pers memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat tersampaikan secara akurat dan berimbang.
Ia menegaskan bahwa profesi wartawan tidak seharusnya digunakan sebagai alat untuk memperoleh kekuasaan atau kepentingan pribadi. Sebaliknya, wartawan harus tetap menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan kode etik jurnalistik.













