MAJALENGKA.pesanjabar.com – SMK Karya Nasional (Karnas) Kadipaten, Kabupaten Majalengka, menggelar kegiatan peningkatan kompetensi guru bertema “Penguatan Literasi, Numerasi, dan Karakter untuk Mewujudkan Guru SMK yang Profesional”, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia kerja.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat sekolah tersebut menghadirkan Dr. Lanlan Muhria, M.Pd., Associate Professor Universitas Sindang Kasih Majalengka, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mengintegrasikan literasi, numerasi, dan karakter sebagai satu kesatuan dalam proses pembelajaran.
Menurut Lanlan, pendidikan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Mereka juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, mengambil keputusan berdasarkan data, serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
“Literasi, numerasi, dan karakter harus menjadi satu kesatuan dalam pembelajaran. Peserta didik tidak cukup hanya mampu memahami informasi atau melakukan perhitungan, tetapi juga perlu berpikir kritis, menggunakan data secara tepat, dan mempertimbangkan tanggung jawab dalam setiap keputusan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, integrasi ketiga aspek tersebut perlu diterapkan melalui pembelajaran yang mendorong peserta didik menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan menghubungkan materi pelajaran dengan situasi nyata.
Dalam pendidikan vokasi, misalnya, peserta didik tidak hanya dituntut memahami petunjuk kerja dan menghitung kebutuhan bahan, tetapi juga harus mampu menafsirkan informasi teknis, mengevaluasi hasil pekerjaan, mematuhi prosedur keselamatan, serta menjaga kualitas hasil kerja.
“Pembelajaran yang baik bukan sekadar membuat peserta didik mengetahui jawaban yang benar, tetapi juga membantu mereka memahami alasan di balik suatu keputusan. Guru perlu membiasakan peserta didik membaca informasi secara kritis, menganalisis data, memecahkan masalah, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya,” tambah Lanlan.
Kepala SMK Karya Nasional Kadipaten, Ayu Kencana Ningrum, S.Tr.Par., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Guru perlu terus mengembangkan profesionalisme agar mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia kerja.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen guru untuk terus mengembangkan kompetensinya. Literasi, numerasi, dan karakter perlu mendapat perhatian dalam proses pembelajaran karena ketiganya mendukung pembentukan peserta didik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan etika yang baik,” ujar Ayu.
Ia berharap materi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas. Para guru diharapkan menjadikan kegiatan ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pembelajaran dan merencanakan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Dari sisi kurikulum, Nina Komariah, S.Pd., menyoroti pentingnya penerapan literasi dan numerasi dalam berbagai mata pelajaran, termasuk mata pelajaran kejuruan. Penguatan kedua kompetensi tersebut dapat dilakukan melalui analisis kasus, interpretasi data, dan latihan pemecahan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian peserta didik.
Menurut Nina, literasi dan numerasi bukan hanya menjadi tanggung jawab mata pelajaran tertentu, melainkan perlu diterapkan dalam kegiatan belajar sehari-hari agar peserta didik mampu menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan nyata.












