Selain inovasi teknologi, mahasiswa juga menjalankan program One Village One Product (OVOP) dan One Village One Community (OVOC) melalui pendampingan UMKM berbasis produk lokal. Pendampingan meliputi peningkatan kualitas kemasan, branding, hingga pemasaran digital bagi pelaku usaha gula aren, aci kawung, mi kawung, tahu, dan sapu ijuk.
Di bidang digitalisasi, mahasiswa mengembangkan website profil Desa Cikawung berbasis HTML yang memuat informasi desa, potensi wilayah, serta katalog produk UMKM. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai literasi digital dan pengenalan konsep e-voting.
Program lainnya menyasar bidang pendidikan dan lingkungan melalui penyediaan ruang baca bagi anak-anak SD dan MI, pendampingan belajar, edukasi pemilahan sampah, serta kegiatan kerja bakti sebagai upaya membangun budaya hidup bersih.
Dosen Pembimbing Lapangan KKNM Universitas Subang, Dadang Nurjaman, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan program yang dirancang mahasiswa merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengedepankan solusi berbasis kebutuhan masyarakat. Menurutnya, seluruh program tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama KKN berlangsung, tetapi juga dirancang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Cikawung.
“Mahasiswa dituntut mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus menjadi solusi nyata di tengah masyarakat. Program seperti mesin perontok padi, digitalisasi desa, hingga pendampingan UMKM merupakan bentuk kolaborasi antara dunia akademik dengan potensi lokal agar mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujar Dadang.
Sementara itu, Kepala Desa Cikawung Didi Gumilar, S.H., mengapresiasi gagasan dan inovasi yang dibawa mahasiswa KKNM Universitas Subang. Ia menilai program yang dipresentasikan selaras dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian desa.
“Kami menyambut baik seluruh program yang dipaparkan mahasiswa, terutama inovasi mesin perontok padi yang nantinya menjadi aset BUMDes. Kami berharap inovasi ini dapat membantu petani meningkatkan efisiensi panen sekaligus memperkuat perekonomian desa. Begitu pula program digitalisasi dan pendampingan UMKM yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk-produk unggulan Desa Cikawung,” kata Didi.

Melalui kolaborasi antara Universitas Subang, Pemerintah Desa Cikawung, kelompok tani, pelaku UMKM, dan masyarakat, KKNM Kelompok 5 berharap seluruh program yang dijalankan mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, inovatif, berdaya saing, serta mendukung percepatan pembangunan daerah melalui semangat Subang Ngabret. (**)










