KKN Kelompok 19 Universitas Subang Resmikan Ecobrik, Dorong Potensi Ecowisata Desa Jambelaer

SAE/PESANJABAR
Kepala Desa Jambelaer H. Karno, S.E., bersama mahasiswa KKN Kelompok 19 Universitas Subang melakukan prosesi gunting pita sebagai tanda diresmikannya kawasan Ecobrik (Ecowisata) di wilayah Genteng, Desa Jambelaer, Kecamatan Dawuan, Jumat (28/8/2026).

SUBANG.pesanjabar.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Universitas Subang resmi memperkenalkan program Ecobrik (Ecowisata) di Desa Jambelaer, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Program tersebut menjadi salah satu program kerja utama mahasiswa KKN dalam rangka pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.

Peresmian Ecobrik (Ecowisata) dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, di wilayah Genteng, Desa Jambelaer. Kegiatan ditandai dengan prosesi gunting pita oleh Kepala Desa Jambelaer, H. Karno, S.E., bersama mahasiswa KKN Kelompok 19 Universitas Subang dan masyarakat sekitar.

Program Ecobrik tidak hanya menghadirkan kawasan yang memanfaatkan material hasil pengelolaan sampah plastik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu capaian program tersebut terlihat dari kegiatan pengumpulan dan pemanfaatan sampah plastik yang dilakukan mahasiswa bersama masyarakat. Dalam kurun waktu tiga minggu, sebanyak 120 kilogram sampah berhasil dikurangi melalui kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui kolaborasi sederhana antara mahasiswa dan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada di desa.

Kepala Desa Jambelaer, H. Karno, S.E., hadir sekaligus meresmikan kawasan Ecobrik (Ecowisata). Kehadiran pemerintah desa menjadi bentuk dukungan terhadap program mahasiswa KKN yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebelum prosesi peresmian, mahasiswa KKN Kelompok 19 bersama masyarakat telah melakukan berbagai tahapan persiapan, mulai dari pengumpulan sampah plastik hingga pemanfaatannya dalam pengembangan kawasan Ecobrik.

Setelah seluruh proses pembangunan dan persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi gunting pita sebagai simbol resmi dibukanya kawasan Ecobrik (Ecowisata) di wilayah Genteng.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti setelah berakhirnya pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Jambelaer. Selain menjadi upaya pengurangan sampah, kawasan Ecobrik juga diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu potensi ecowisata dan ikon lingkungan Desa Jambelaer.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat melalui program ini menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai edukasi, sosial, dan potensi wisata bagi masyarakat desa. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *