KKNM Unsub Paparkan Mesin Perontok Padi di Cikawung

SAE/PESANJABAR
Mahasiswa KKNM Universitas Subang Kelompok 5 menghadirkan inovasi mesin perontok padi sebagai aset BUMDes Desa Cikawung.

Desa Cikawung memiliki luas wilayah sekitar 305,325 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 4.270 jiwa yang tersebar dalam 1.239 kepala keluarga. Wilayah ini didominasi sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Lahan pertanian seluas 129,419 hektare dimanfaatkan untuk budidaya padi dan palawija, sedangkan kawasan perkebunan seluas 131,933 hektare menghasilkan berbagai komoditas berbasis pohon aren atau kawung yang menjadi bahan baku produk unggulan UMKM seperti gula aren, aci kawung, mi kawung, hingga sapu ijuk.

Berdasarkan hasil identifikasi mahasiswa, proses perontokan padi di Desa Cikawung masih banyak dilakukan secara manual menggunakan sistem gebot. Kondisi tersebut menyebabkan biaya tenaga kerja relatif tinggi, waktu panen lebih lama, serta meningkatkan risiko kehilangan hasil panen.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Kelompok 5 menghadirkan program One Village One Innovation (OVOI) melalui pembuatan mesin perontok padi berbasis teknologi tepat guna yang dirancang menggunakan rangka besi hollow, mesin penggerak, drum perontok, serta sistem pulley dan v-belt.

Mesin tersebut dirancang agar mampu mempercepat proses pascapanen, menekan biaya produksi, serta mengurangi kehilangan gabah. Setelah selesai, mesin akan diserahkan kepada BUMDes sebagai aset desa sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *