Eka menilai, kenaikan harga plastik seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengambil langkah lebih tegas, seperti membatasi penggunaan plastik sekali pakai, menerapkan tanggung jawab produsen (Extended Producer Responsibility/EPR), serta mengembangkan sistem penggunaan ulang.
Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah yang masih memperluas industri petrokimia, sementara persoalan sampah plastik belum terselesaikan secara optimal. Menurutnya, perubahan mendasar hanya dapat terjadi jika ada keberanian untuk mengubah arah kebijakan.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, seperti membawa wadah sendiri dan memilih produk dengan kemasan minimal.
Eka menegaskan, perubahan tidak bisa hanya dibebankan kepada individu, tetapi harus didukung oleh kebijakan yang adil dan mampu menekan produksi plastik sejak dari hulu. Ia pun menyimpulkan bahwa krisis ini bukan sekadar persoalan harga, melainkan masalah sistem yang perlu dibenahi secara menyeluruh. (**)












