JAKARTA.pesanjabar.com – Kenaikan harga plastik dinilai belum mampu mengubah perilaku konsumsi masyarakat secara signifikan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menegaskan bahwa persoalan utama tidak hanya terletak pada harga, tetapi juga pada sistem produksi dan distribusi plastik yang masih masif.
Pengkampanye Urban Berkeadilan Walhi, Eka Wahyu Styawan, menyebutkan terdapat tiga tantangan utama dalam upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Pertama, masih terbatasnya alternatif pengganti. Kedua, kebiasaan masyarakat yang telah lama bergantung pada plastik. Ketiga, belum adanya kebijakan kuat yang mampu menekan produksi plastik dari hulu. ((10/4)
Menurut Eka, selama produksi plastik terus didorong oleh industri dalam skala besar, masyarakat akan tetap bergantung pada penggunaannya, terlepas dari naik atau turunnya harga.
Ia menjelaskan bahwa meskipun kenaikan harga memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumsi, dampaknya masih terbatas. Tanpa adanya alternatif yang terjangkau dan praktis, perubahan perilaku masyarakat tidak akan terjadi secara signifikan. Hal ini karena sistem produksi dan distribusi saat ini memang masih bergantung pada plastik.












