Sementara itu, Pelantikan Akbar Komisariat Sewilayah Juang HMI Cabang Subang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menegaskan keberlanjutan kaderisasi organisasi.
Bagi HMI, kaderisasi tidak hanya diarahkan untuk mencetak pemimpin organisasi, tetapi juga membangun mahasiswa yang memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan mampu memberikan gagasan kritis terhadap kebijakan pembangunan.
Kegiatan yang berlangsung hingga agenda pelantikan tersebut menjadi momentum bagi HMI Cabang Subang untuk memperkuat peran mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah.
Meski ketidakhadiran narasumber dari unsur eksekutif menjadi catatan dalam pelaksanaan simposium, HMI Cabang Subang menegaskan bahwa kritik dan rekomendasi yang disampaikan merupakan bagian dari upaya membangun dialog konstruktif.
Pada akhirnya, pertanyaan besar yang disampaikan dalam forum tersebut bukan sekadar berapa besar investasi yang masuk ke Subang, tetapi seberapa besar masyarakat Subang mampu mengambil manfaat dan menjadi pelaku utama dari perubahan ekonomi yang sedang berlangsung.
“Subang tidak boleh hanya menjadi lokasi industri. Subang harus menjadi pemilik masa depan industrinya sendiri,” pungkas Annas.













