“Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Subang segera menyusun dan mengesahkan Perda Beasiswa Pendidikan Daerah. Perda itu harus menjadi landasan hukum yang kuat dan berkelanjutan untuk membantu pelajar dan mahasiswa Subang,” tegas Annas.
Selain persoalan pendidikan, HMI juga menyoroti kebutuhan pelatihan kerja yang lebih relevan dengan perkembangan industri. Pelatihan di bidang manufaktur otomotif, logistik, teknologi informasi dan digitalisasi industri dinilai perlu diperkuat agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.
Kehadiran unsur Forum HRD Kabupaten Subang dalam kegiatan tersebut menjadi penting karena dunia industri dapat memberikan gambaran langsung mengenai kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Dengan demikian, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi dan pemerintah dapat menyesuaikan program pengembangan SDM dengan kebutuhan pasar kerja.

Dalam simposium tersebut, HMI Cabang Subang menyampaikan tujuh rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah.
Rekomendasi itu meliputi percepatan pengesahan Perda Beasiswa Pendidikan Daerah; penyusunan road map peningkatan kualitas SDM yang terintegrasi dengan RPJMD, RTRW, REBANA, Subang Smartpolitan dan Pelabuhan Patimban; pembentukan unit layanan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal; peningkatan keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam penelitian pembangunan; pembangunan sistem informasi pasar kerja daerah; mendorong perusahaan memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal; serta penguatan anggaran untuk pelatihan vokasi, sertifikasi dan beasiswa.
Cahyan menegaskan, rekomendasi tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai dokumen hasil simposium.
Panitia berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang komunikasi lanjutan sehingga gagasan yang disampaikan mahasiswa dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.
“Yang paling penting setelah kegiatan ini adalah tindak lanjut. Kami ingin persoalan SDM tidak hanya dibicarakan dalam forum, tetapi ada langkah nyata dan terukur dari seluruh pihak,” kata Cahyan.
Menurutnya, pembangunan industri di Subang harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar investasi, tetapi juga harus memastikan masyarakat lokal memiliki pendidikan dan kompetensi untuk memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut.
“Subang jangan hanya menjadi tempat berdirinya industri, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton. SDM Subang harus dipersiapkan agar mampu menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah,” ujarnya.













