Ia menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik di ruang kelas. Organisasi kemahasiswaan dinilai menjadi sarana penting untuk melatih kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, hingga membangun kepekaan sosial.
Menurut Tuti, dunia kampus merupakan tempat untuk menempa kemampuan intelektual sekaligus memperluas wawasan yang nantinya menjadi modal pengabdian kepada masyarakat.
“Kampus adalah tempat menempa kemampuan intelektual, memperluas wawasan dan membangun kompetensi yang kelak akan menjadi bekal dalam mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Wabup Tuti juga berpesan agar seluruh ilmu, pengalaman, serta nilai yang diperoleh selama kegiatan orientasi dapat dijadikan bekal untuk menjadi pribadi unggul, kompetitif, dan memiliki kepedulian terhadap daerah maupun bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum IMK Wilayah Cirebon, Muhammad Wirya Nur F menjelaskan kegiatan orientasi merupakan gerbang awal bagi mahasiswa untuk mulai berproses dalam organisasi sekaligus mengembangkan kapasitas diri melalui wadah kemahasiswaan.
Ia mengatakan, selama tiga hari dua malam peserta mendapatkan pembinaan melalui berbagai materi teoritis maupun praktik sebagai upaya membangun karakter kepemimpinan mahasiswa.
Menurutnya, pengalaman selama orientasi diharapkan mampu menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membangun semangat perjuangan mahasiswa dalam menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
“Jadilah agent of change, tugas pokok mahasiswa itu belajar di kampus menimba ilmu. Setelah belajar, kawan-kawan harus ikut serta memajukan Kabupaten Kuningan,” pungkasnya. (****)












