Ia juga menerangkan bahwa insiden di RW 15, Kelurahan Pasirjaya terjadi karena kondisi pagar yang sudah tidak kokoh, miring, dan berpotensi roboh. Saat kejadian, hujan telah berhenti, dan korban sedang keluar rumah menuju warung sebelum tertimpa pagar yang runtuh.
Selain peristiwa tersebut, Pemkot Bogor mencatat beberapa kejadian lain akibat cuaca ekstrem, seperti empat titik banjir lintasan, dua lokasi tanah tergerus di RW 3 dan RW 15 Kelurahan Pasirjaya, serta insiden pohon tumbang dan atap rumah yang rusak.
Dedie Rachim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem. Ia juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir dapat ditekan.
Pemerintah Kota Bogor, lanjutnya, akan terus melakukan langkah pencegahan seperti normalisasi saluran air serta berbagai upaya mitigasi lainnya guna mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.












