Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Subang Drs. H. Dedy As Shidiq, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan FIKOM Creative Exposure tidak hanya menjadi seminar pengembangan kapasitas mahasiswa, tetapi juga merupakan implementasi nyata pembelajaran akademik berbasis praktik yang dirancang sesuai kebutuhan dunia pendidikan tinggi modern.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Event Management yang dikembangkan menggunakan model pembelajaran Outcome Based Education (OBE) atau pembelajaran berbasis capaian yang menitikberatkan pada kompetensi mahasiswa secara terukur sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Kegiatan FIKOM Creative Exposure ini merupakan implementasi pembelajaran mata kuliah Event Management dengan model pembelajaran Outcome Based Education atau OBE. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarahkan untuk mencapai CPMK atau Capaian Pembelajaran Mata Kuliah sekaligus CPL atau Capaian Pembelajaran Lulusan, khususnya pada kompetensi konsentrasi Public Relations di Program Studi Ilmu Komunikasi,” ujar Dedy As Shidiq.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta mampu beradaptasi terhadap tantangan era digital yang terus berkembang.
“Mahasiswa saat ini tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus mampu menyampaikan ide, membangun kepercayaan diri, serta memanfaatkan media digital secara produktif. Kemampuan public speaking dan digital branding menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang siap bersaing, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membawa kontribusi positif bagi masyarakat maupun institusi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedy menambahkan bahwa penyelenggaraan seminar tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka Berdampak, khususnya dalam memenuhi ketentuan pembelajaran lintas disiplin yang memberi ruang mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar program studi.
“Selain mendukung capaian kurikulum dalam menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan dan tantangan era digital, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan ketentuan 30 SKS Kurikulum Merdeka Berdampak sebagai bentuk pembelajaran di luar program studi. Hal tersebut sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama atau IKU 3 pendidikan tinggi, yaitu menciptakan pengalaman belajar mahasiswa yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kutawaringin Dr. H. Ahmad Sobari, S.Sos., M.AP menekankan bahwa kreativitas, karakter, dan kemampuan membangun personal branding kini menjadi modal strategis bagi generasi muda dalam menentukan masa depan profesional mereka.
“Kami berharap mahasiswa Universitas Subang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat, kreativitas, dan keterampilan membangun nilai diri. Public speaking dan digital branding saat ini merupakan kompetensi strategis yang akan menentukan kesiapan generasi muda dalam menghadapi dunia profesional maupun membangun peluang usaha secara mandiri,” kata Ahmad Sobari.












