Sementara itu, Kasubag Tata Usaha BPS Kabupaten Subang, Cecep, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi tidak hanya ditentukan oleh metodologi yang baik, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pendataan.
“Petugas sensus merupakan ujung tombak BPS dalam mengumpulkan data di lapangan. Karena itu, melalui bimtek ini kami berupaya memastikan setiap petugas memiliki pemahaman yang kuat, keterampilan yang memadai, serta integritas dalam menjalankan tugasnya. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh agar mampu menghasilkan data yang akurat dan berkualitas,” kata Cecep.
Ia juga menambahkan bahwa data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Pelaksanaan bimtek berlangsung selama tiga hari secara fullday. Selain mengikuti pembelajaran di kelas, peserta juga diwajibkan menyelesaikan pembelajaran mandiri melalui platform GOJAGS serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan oleh BPS.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi, praktik penggunaan aplikasi, serta simulasi wawancara yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam menghadapi berbagai kondisi saat pendataan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, BPS Kabupaten Subang berharap seluruh calon petugas Sensus Ekonomi 2026 dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga menghasilkan data statistik ekonomi yang akurat, berkualitas, dan terpercaya.

Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam menggambarkan potensi ekonomi daerah serta mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat daerah maupun nasional. (**)








