Ibu bayi, Nurmalasari, mengaku bahagia atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Bogor kepada keluarganya. Terlebih, putri keduanya mendapat kesempatan menerima akta kelahiran dan KIA secara langsung dari Wali Kota Bogor.
“Ini anak kedua saya. Bangga dan bahagia sekali, apalagi mendapat kesempatan dikunjungi langsung oleh Pak Wali Kota Bogor. Jarang-jarang terjadi dan bagi saya ini menjadi momen yang sangat berkesan. Saya merasa sangat senang,” ungkapnya.
Maternity Officer RS Ummi, Yeyen Suyena, menjelaskan pihak rumah sakit segera berkoordinasi dengan Disdukcapil Kota Bogor setelah mengetahui adanya program apresiasi bagi bayi yang lahir bertepatan dengan HJB ke-544.
Menurutnya, keluarga awalnya tidak menyangka akan menerima penghargaan tersebut. Proses persalinan dilakukan melalui operasi sesar berdasarkan rekomendasi dokter karena posisi bayi melintang dan ibu memiliki kista.
Yeyen menambahkan, nama bayi tersebut semula hanya Indira Priya. Namun, keluarga kemudian sepakat menambahkan nama Nur Rachim sebagai kenangan atas momen kelahirannya yang bertepatan dengan Hari Jadi Bogor ke-544.
Sebelum mengunjungi ruang perawatan ibu dan bayi, Dedie Rachim terlebih dahulu meninjau ruang gawat darurat RS Ummi. Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit tersebut kepada masyarakat.
Menurut Dedie, RS Ummi tidak hanya memberikan pelayanan medis yang baik, tetapi juga menghadirkan suasana yang ramah dan penuh kekeluargaan. Ia berharap pola pelayanan yang diterapkan dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya di Kota Bogor. (****)












