PENDIDIKAN, KETENAGAKERJAAN, DAN KENYATAAN

Sae/PESANJABAR
PENDIDIKAN, KETENAGAKERJAAN, DAN KENYATAAN

REDAKSI, Pesanjabar.com — Di panggung investasi Jawa Barat, Kabupaten Subang hari ini menjelma sebagai primadona. Nama-nama besar seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pelabuhan Patimban, serta janji pembangunan pabrik mobil listrik dari China dan Vietnam menyedot perhatian para pemangku kebijakan. Pemerintah Kabupaten Subang pun secara terbuka mendeklarasikan transformasi dari daerah agraris menjadi kawasan industri modern.

Namun, di balik gemerlap proyek infrastruktur dan angka investasi tersebut, tersimpan potret masyarakat Subang yang justru tertinggal di tanahnya sendiri. Di sinilah inti persoalan: pemerintah daerah tidak memiliki konsep jangka panjang yang mampu menyelaraskan laju investasi dengan kesiapan sumber daya manusia, perluasan kawasan industri dengan ketahanan pangan, serta tingginya angka partisipasi sekolah dengan mutu lulusan yang kompetitif. Dengan potensi sebesar itu, ketiadaan blueprint merupakan kelalaian yang serius.

Ironi Manusia Subang: Rata-Rata Lulusan Kelas 1 SMP

Salah satu kegagalan paling mendasar terletak pada pembangunan manusia. Data Open Data Jawa Barat tahun 2025 menunjukkan bahwa Kabupaten Subang memiliki Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 7,68 tahun terendah keempat di provinsi ini. Artinya, rata-rata penduduk hanya mengenyam pendidikan hingga sekitar kelas 1 SMP. Angka ini jauh di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 9,14 tahun.

Selain itu, terdapat kesenjangan yang lebar antara RLS dan Harapan Lama Sekolah yang mencapai 11,91 tahun, dengan selisih 4,46 tahun. Hal ini mencerminkan jurang antara harapan dan realitas yang semakin melebar.

Laman: 1 2 3 4

Source: Anas Laduni : Ketua Umum HMI Cabang Subang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *