Ucapan Duka atas Korban Longsor Curug Cileat, Pengelola Wisata Diimbau Lebih Waspada

“Peristiwa longsor di kawasan wisata Curug Cileat harus menjadi pengingat bagi seluruh pengelola pariwisata di Kabupaten Subang agar keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Pengawasan, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, serta antisipasi potensi bencana di lokasi wisata harus terus ditingkatkan demi mencegah terjadinya korban jiwa.” (Agus Muslim, Kabid Pariwisata Disparpora Kabupaten Subang)

SAE/PESANJABAR
Kabid Pariwisata Disparpora Subang, Agus Muslim, mengimbau seluruh pengelola wisata meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di kawasan wisata alam.

SUBANG.pesanjabar.com – Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Kabupaten Subang, Agus Muslim, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tanah longsor yang terjadi di kawasan wisata Curug Cileat, Kampung Cibago RT 14 RW 04 Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Jumat (15/05/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa longsor yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan dua wisatawan asal Kabupaten Karawang tertimbun material longsor saat berada di area sekitar lokasi kejadian. Kedua korban diketahui bernama Alda Apriliani (22) asal Cikampek dan Winda Limbong (20) asal Kosambi Karawang.

Agus Muslim menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut serta mengapresiasi seluruh tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di kawasan Curug Cileat. Terima kasih kepada seluruh unsur yang bergerak cepat melakukan penanganan dan pencarian korban,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di kawasan wisata alam.

Selain itu, Agus Muslim menghimbau seluruh pengelola destinasi pariwisata di Kabupaten Subang agar lebih meningkatkan pengawasan dan mengantisipasi keselamatan pengunjung di setiap objek wisata, khususnya wisata alam yang memiliki potensi risiko bencana seperti longsor, banjir, pohon tumbang, maupun jalur licin saat musim hujan.

Menurutnya, setiap pengelola wisata harus memastikan kesiapan prosedur keselamatan, mulai dari pemantauan kondisi cuaca secara berkala, pemasangan rambu peringatan di titik rawan, penyediaan jalur evakuasi, hingga kesiapan petugas di lapangan untuk memberikan informasi dan bantuan cepat kepada wisatawan apabila terjadi kondisi darurat.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *