Budaya  

Sunda Bukan Sekadar Etnis, Tapi Watak Peradaban

Sementara itu, Bagus Muljadi, Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan di University of Nottingham sekaligus penulis buku Ensiklopedia Ki Sunda, menyampaikan pentingnya kembali pada akar budaya sebagai arah pembangunan masa depan.

“Ensiklopedia Ki Sunda bukan hanya sebatas buku, melainkan proyek ambisius untuk mengembalikan martabat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Ensiklopedia Ki Sunda merupakan catatan sejarah yang merangkum pola pikir masyarakat Sunda dalam tiga jilid utama yang membahas alam, manusia, serta teknologi dan buah pikir.

“Ini merupakan proyek di mana masyarakat Sunda memperkenalkan pemikirannya kepada dunia, yang akan didiseminasikan secara global dan pertama kali di Inggris,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Sunda bukan sekadar identitas etnis, melainkan watak ideologis, filosofis, historis, dan sosiologis.

“Sunda itu watak ideologis. Karena itu ada tiga kerangka utama, yakni Alam Bihari (masa lalu), Alam Kiwara (masa kini), dan Alam Poe Isuk (masa depan),” ujarnya.

Selain itu, Kang Dedi berharap kegiatan seni dan budaya tersebut dapat semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Sunda sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Ketua APDESI Kabupaten Subang, para camat se-Kabupaten Subang, Direktur Politeknik Negeri Subang, serta tamu undangan lainnya. (**)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *