“Dengan adanya MHQ dan azan, kami ingin memberikan motivasi khususnya kepada generasi muda agar hidup penuh dengan nilai religius. Dengan adanya UMKM, kami mencoba ikut berpartisipasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan karnaval, santunan, serta berbagai perlombaan juga diharapkan mampu mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang memiliki akhlak mulia sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Kuningan menuju Kuningan Melesat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi konsistensi masyarakat Awirarangan dan DKM Masjid Al-Muttaqin dalam menghidupkan kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati Dian mengingatkan bahwa esensi peringatan Maulid Nabi bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, melainkan menjadikan akhlak dan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi itu jangan hanya kita maknai sebagai kegiatan hanya mengenang saja kaitan dengan kelahiran Rasulullah. Tapi yang paling utama adalah bagaimana keteladanan beliau hadir setiap hari dalam setiap napas kita, setiap pikiran kita,” ujarnya.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menghormati orang tua, menjaga hubungan baik dengan tetangga, mendidik anak, serta membangun kepedulian terhadap sesama.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat hubungan sosial atau habluminannas dengan membangun lingkungan yang saling membantu, memberikan rasa aman, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Dalam konteks kehidupan digital, Bupati Dian turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta warga tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat merugikan dan menyakiti pihak lain.
“Media sosial boleh semakin ramai, tapi lisan kita tetap terjaga. Hoaks bertebaran di mana-mana, jangan langsung nge-share sesuatu yang belum tentu kebenarannya,” pesannya.
Bupati Dian menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur. Pembangunan manusia yang berkarakter, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menjaga kerukunan juga menjadi bagian penting dari semangat Kuningan Melesat.
“Untuk apa jalan bagus kalau tidak disertai dengan semakin bagus akhlaknya masyarakat Kabupaten Kuningan. Pembangunan yang paling penting adalah ketika orang tua merasa dihormati, anak yatim piatu ada yang merawat, orang miskin merasa diperhatikan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat membangun budaya saling membantu dan peduli mulai dari lingkungan terkecil. Kepada generasi muda Awirarangan, khususnya IPMA, Bupati berpesan agar berani memulai perubahan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Mulai dari menghormati orang tua dan sesepuh, menyayangi masyarakat yang membutuhkan, menghindari perundungan, menjaga masjid, hingga terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dinilai sebagai bentuk nyata pengamalan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Bupati Dian juga mengingatkan para orang tua untuk menjadi contoh bagi anak-anaknya. Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui nasihat, tetapi harus dibuktikan melalui perilaku sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al-Muttaqin diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan perubahan positif yang dimulai dari hal-hal sederhana, nyata, dan tulus.
Bupati Dian berharap Masjid Al-Muttaqin terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus sumber energi kebaikan bagi masyarakat Awirarangan dan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi Kabupaten Kuningan. (**)













