Ketua Kelompok KKNM 19 Universitas Subang, Syamsudin, mengatakan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu diberikan sejak dini agar tumbuh kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kebiasaan memilah sampah kepada anak-anak sejak usia dini. Kami berharap mereka tidak hanya memahami perbedaan antara sampah organik, anorganik, B3, dan residu, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program ecobrick yang akan dikumpulkan setiap minggu diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengurangi sampah plastik sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Syamsudin.
Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, serta menunjukkan semangat saat diajak berpartisipasi dalam program pengumpulan sampah plastik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNM Kelompok 19 Universitas Subang berharap budaya memilah sampah dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Program ecobrick yang akan dijalankan secara berkala juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian siswa terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (**)












