OJK Cirebon Perkuat Inklusi Keuangan di Kuningan melalui Desa EKI Jagara

SAE/PESANJABAR
Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan resmi ditetapkan sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) oleh OJK Cirebon.

Pemkab Kuningan Dukung Penguatan Potensi Desa

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Desa Jagara sebagai Desa EKI.

Menurut Dian, penguatan literasi dan akses keuangan dapat menjadi faktor pendukung bagi masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki desa.

“Potensi desa sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut kita kelola, kita kemas dan kita kembangkan sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Dian.

Ia menyebutkan, posisi Desa Jagara sebagai salah satu desa penyangga Waduk Darma memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan wisata tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, kata Dian, berkomitmen mendukung pengembangan Desa Jagara melalui sinergi lintas sektor.

“Kita hebat bukan karena menjadi Superman, tetapi karena mampu bersinergi menjadi Superteam. Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri. Ketika pemerintah, OJK, Bank Indonesia, BUMDes, industri jasa keuangan, dan masyarakat bergerak dalam satu visi, maka desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi kekuatan utama pembangunan,” katanya.

Pariwisata Harus Berikan Dampak Ekonomi bagi Desa

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. menilai desa penyangga memiliki peran penting dalam memastikan pertumbuhan sektor pariwisata memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pariwisata bukan hanya bagaimana orang datang, tetapi bagaimana ketika orang datang ada nilai ekonomi yang tinggal di desa dan dirasakan masyarakat,” ujar Herman.

Menurutnya, masyarakat harus memperoleh ruang untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi yang terbentuk dari aktivitas pariwisata. Karena itu, pengembangan destinasi wisata perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha.

Herman juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam mengelola pendapatan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi.

“Pendapatan perlu ditingkatkan, tetapi pengeluaran juga harus dikelola. Karena itu, literasi keuangan menjadi penting agar peningkatan pendapatan benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.

BUMDes Festival Jadi Ruang Promosi Produk Lokal

Peresmian Desa EKI Jagara berlangsung bersamaan dengan BUMDes Festival Jawa Barat 2026 yang digelar pada 29–30 Agustus 2026.

Festival tersebut menjadi ruang bagi BUMDes dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal, membangun jejaring usaha, serta memperluas akses pasar.

Sejumlah produk unggulan masyarakat turut ditampilkan, termasuk kuliner lokal melalui “Ngecrok Tutut Sajagat Sajedingna”.

Kehadiran produk-produk tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat dikembangkan melalui kreativitas masyarakat dan diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Bagi Desa Jagara, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi yang telah berkembang. Potensi wisata, BUMDes, UMKM, dan berbagai usaha masyarakat dinilai memiliki peluang untuk terus tumbuh apabila didukung dengan peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, serta pengelolaan keuangan yang baik.

Penetapan Desa Jagara sebagai Desa EKI menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem yang menghubungkan aktivitas ekonomi masyarakat dengan literasi dan akses keuangan.

OJK Cirebon bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Desa Jagara, BUMDes, industri jasa keuangan, pelaku UMKM, dan masyarakat akan terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan inklusif di desa tersebut.

Ke depan, pengembangan Desa EKI Jagara diarahkan pada peningkatan literasi keuangan, perluasan akses terhadap layanan jasa keuangan formal, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Dengan langkah tersebut, Desa EKI Jagara diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang semakin kuat, dengan masyarakat dan pelaku usaha sebagai aktor utama dalam mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (****)

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *