“Melalui observasi ini kami ingin memahami secara langsung proses produksi, pengelolaan usaha, hingga tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Hasilnya akan menjadi dasar bagi kami untuk menyusun program pendampingan yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan UMKM di Desa Jambelaer,” ujar Syamsudin.
Sementara itu, Ibu Wiwin menjelaskan bahwa usaha opak dan rangginang yang dikelolanya telah menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga sekaligus berkontribusi dalam mempertahankan produk pangan tradisional khas daerah.
Menurutnya, keberlangsungan usaha memerlukan dukungan berbagai pihak, terutama dalam aspek pemasaran, inovasi produk, dan peningkatan daya saing agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan observasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa KKNM Universitas Subang dengan pelaku UMKM dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan pendampingan yang mendukung kemajuan UMKM Desa Jambelaer secara berkelanjutan. (**)






