Lima Figur, Satu Rumah Besar: Mengenal Presidium KAHMI Subang Periode 2026–2031

SAE/PESANJABAR
Presidium KAHMI Kabupaten Subang Periode 2026–2031 diisi figur dengan pengalaman dalam organisasi HMI, kepemudaan, pendidikan, pemerintahan, sosial, media, dan sektor profesional.

Pengalaman pekerjaannya juga bersentuhan dengan pendidikan, kepemiluan, dan pemerintahan. Ia pernah menjadi Panwascam Pemilu dan Pilkada, PPK Pemilu dan Pilkada, guru SMPN 1 Compreng, Pamong Belajar UPTD SKB Disdik Kabupaten Subang, serta menduduki sejumlah posisi di Bakesbangpol Kabupaten Subang, termasuk Analis Kebijakan Ahli Muda.

Waliyudin, SE.: Dari HMI hingga Kementerian Sosial
Waliyudin, SE., memiliki latar belakang pendidikan ekonomi. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di STIE MIFDA Subang pada 2005 dan tercatat melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Subang.

Perjalanan organisasinya antara lain sebagai Ketua Umum HMI Cabang Subang, pengurus PB HMI, Sekretaris Badko HMI Jawa Barat, Ketua DPD KNPI Kabupaten Subang, serta Ketua MPI DPD KNPI Kabupaten Subang. Di lingkungan KAHMI, Waliyudin pernah dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Pakar MD KAHMI Kabupaten Subang.

Pengalaman profesionalnya mencakup tugas sebagai fasilitator PPA-PKH, fasilitator BSPS, fasilitator RUTILAHU, serta sebagai ASN pada Kementerian Sosial RI.

Dadang Nurjaman, S.I.Kom., M.I.Kom.: Menguatkan Perspektif Komunikasi
Sementara itu, Dadang Nurjaman, S.I.Kom., M.I.Kom., hadir dengan latar belakang komunikasi, jurnalistik, akademik, survei, dan media.

Selain berkiprah sebagai Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang, Dadang memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik. Dalam profil yang tersedia, ia pernah menjadi wartawan Harian Radar Karawang (Jawa Pos Grup) pada 2007, wartawan media online Tintajauh.com pada 2008, serta wartawan Indepensia.com pada 2010.

Pengalamannya kemudian berkembang ke bidang survei dan komunikasi. Dadang pernah terlibat dalam survei pengguna internet di kalangan PNS Kabupaten Subang serta menjadi Koordinator Survei Provinsi Jawa Barat Charta Politika pada 2013. Pada 2014, ia tercatat sebagai Konsultan Politik Bidang Media Charta Politika dan selanjutnya beraktivitas di Charta Politika Indonesia.

Profilnya juga mencantumkan sejumlah kompetensi, seperti project management, public relations, teamwork, time management, leadership, effective communication, dan critical thinking.

Kehadiran latar akademik dan pengalaman media tersebut memberikan perspektif tersendiri dalam keberagaman pengalaman Presidium KAHMI Subang.

Lima Latar Belakang, Satu Rumah Besar Alumni HMI
Lima figur tersebut memiliki perjalanan yang berbeda. Akhmad Basuni banyak bersentuhan dengan dunia pendidikan, organisasi, sosial, dan kelembagaan. Abdul Muid memiliki latar teknik sipil serta pengalaman dalam organisasi dan dunia profesional. Iwan Yuswanto memiliki pengalaman di bidang pendidikan, kepemudaan, kepemiluan, dan pemerintahan. Waliyudin membawa pengalaman dari HMI, KNPI, KAHMI hingga lingkungan Kementerian Sosial. Sementara Dadang Nurjaman memiliki pengalaman di bidang komunikasi, jurnalistik, survei, media, serta dunia akademik sebagai Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang.

Keragaman tersebut menggambarkan bahwa perjalanan alumni HMI di Kabupaten Subang hadir dari berbagai latar profesi dan pengalaman. Perbedaan bidang yang digeluti menjadi bagian dari kekayaan sumber daya yang dimiliki KAHMI.

Periode 2026-2031 pun menjadi ruang bagi para alumni untuk terus membangun silaturahmi, memperkuat jejaring, mengembangkan profesi, dan menghadirkan gagasan serta kontribusi di tengah masyarakat.

KAHMI adalah rumah besar alumni HMI-rumah untuk bersilaturahmi, membangun jejaring, mengembangkan profesi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi Subang. (**)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *