Ia juga mengungkapkan bahwa kuota haji Kabupaten Subang tahun 2026 awalnya sebanyak 1.127 orang, namun sempat berkurang menjadi 224 orang karena keterbatasan. Pemerintah daerah kemudian berupaya menambah kuota hingga menjadi 543 orang. Meski begitu, sekitar 600 calon jamaah yang telah siap berangkat masih harus menunggu.
Kang Akur berharap BSI dapat memberikan strategi agar masyarakat bisa lebih cepat memperoleh kursi haji.
Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi Kabupaten Subang dalam membangun daerah yang unggul, maju, dan kompetitif berbasis pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang religius.
Menurutnya, aspek religius menjadi bagian penting dalam mengajak masyarakat meningkatkan ketakwaan, termasuk melalui pelaksanaan ibadah haji.
Selain itu, kehadiran program tabungan haji dan umrah terencana dinilai sangat penting dan relevan. Ia juga menyambut baik berbagai manfaat yang ditawarkan, seperti tabungan haji, tabungan emas, serta hadiah menarik yang menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mulai merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya Relation Manager Haji BSI Kantor Pusat, Area Manager Bandung Raya, Branch Manager BSI KCP Subang, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Subang, perwakilan Kementerian Agama, serta para tokoh organisasi Islam dan undangan lainnya.












