BANDUNG.pesanjabar.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) periode 2021–2026, Ibrahim Nasrul Haq Alfahmi, menegaskan pentingnya transformasi organisasi serta penguatan kolaborasi strategis antara pemuda Islam dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas nasional.
Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Muktamar Pemuda PERSIS ke-14 yang berlangsung pada 25–26 April 2026 di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut mengusung tema tentang kepemimpinan kader peradaban dengan fokus pada penguatan identitas gerakan menuju visi dakwah global 2031, serta dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, termasuk jajaran pimpinan PERSIS dan Kapolri.
Dalam pidatonya, Ibrahim mengulas berbagai capaian organisasi selama lima tahun terakhir, khususnya dalam melakukan pembaruan paradigma gerakan untuk menyambut peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa ekspansi organisasi terus berkembang secara signifikan, ditandai dengan bertambahnya kepengurusan di berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini, Pemuda PERSIS telah memiliki 11 pimpinan wilayah, 49 pimpinan daerah, serta 223 pimpinan cabang. Selain itu, jumlah anggota yang tervalidasi juga meningkat dari sekitar 6.100 menjadi hampir 7.000 orang melalui sistem digitalisasi keanggotaan.












