KKNM Universitas Subang Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Incinerator

SAE/PESANJABAR
Mahasiswa KKNM Kelompok 16 Universitas Subang menggelar lokakarya program kerja di Desa Cintamekar dengan menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis pemilahan sampah, kompos, dan mesin pembakaran sampah (incinerator).

Menurutnya, konsep yang dibawa mahasiswa sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang diusung Universitas Subang melalui pilar Rekonstruksi Karakter dan Ekologi Lingkungan Desa Masagi. Ia berharap program tersebut tidak berhenti setelah masa KKNM selesai, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat sebagai budaya menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Pemerintah Desa Cintamekar menyambut positif seluruh program yang dipaparkan mahasiswa KKNM Universitas Subang. Pemerintah desa menilai program edukasi pengelolaan sampah, pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan mesin incinerator sejalan dengan upaya mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sekretaris Desa Cintamekar, Angga Tria M., berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga program pengelolaan sampah yang telah dirancang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dengan adanya sinergi ini, kami berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat. Program yang dibawa mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan Desa Cintamekar dan diharapkan dapat terus berlanjut meskipun masa KKN telah selesai,” ujarnya.

Melalui program tersebut, KKNM Kelompok 16 Universitas Subang berharap mampu membangun budaya peduli lingkungan, meningkatkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah, memperkuat semangat gotong royong masyarakat, serta mewujudkan Desa Cintamekar yang bersih, sehat, produktif, dan lestari sesuai dengan nilai-nilai Desa Masagi. (**)

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *