Menurutnya, kebebasan menggunakan media sosial harus disertai tanggung jawab. Ujaran kasar, komentar yang merendahkan orang lain, hingga penyebaran kabar bohong berpotensi menimbulkan konflik dan merugikan pihak lain.
Para siswa juga diingatkan untuk menaati peraturan lalu lintas dan memperkuat nilai-nilai keimanan sebagai landasan dalam menentukan sikap serta perilaku sehari-hari.
Polisi Perkuat Edukasi di Lingkungan Sekolah
Kehadiran Kapolres Subang bersama jajaran kepolisian dalam upacara tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi dan membangun kesadaran hukum sejak usia sekolah.
Sejumlah pejabat Polres Subang turut hadir, di antaranya Kasat Intelkam, Kasat Binmas, Kasat Narkoba, Kasi Propam, dan Kasi Humas Polres Subang.
Andi Purwanto menjelaskan bahwa kehadiran kepolisian di lingkungan pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter generasi muda.
“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia dan mampu membedakan benar dan salah,” ujarnya.
Ia berharap para pelajar dapat menerapkan pesan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di sekolah, lingkungan keluarga, maupun saat berinteraksi di ruang digital.
Upacara berlangsung dengan aman dan tertib, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan diharapkan semakin kuat dalam mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta perundungan di kalangan pelajar. (**)













