Menurut Dyah, pemeriksaan antemortem dan postmortem dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat dan layak konsumsi. Pemeriksaan tersebut melibatkan petugas gabungan bersama organisasi profesi serta unsur kewilayahan.
Terkait ketersediaan hewan kurban, Diskannak mencatat stok ruminansia besar seperti sapi dan kerbau mencapai sekitar 10 ribu ekor. Sementara untuk domba dan kambing tersedia sekitar 19 ribu ekor.
“Hal ini kami proyeksikan sudah memenuhi karena tahun kemarin pemotongan hewan besar itu di angka 8.000-an, kemudian domba dan kambing di angka 19.000,” kata Dyah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara ihsan sesuai syariat Islam dan standar higiene sanitasi agar menghasilkan produk daging yang HAUS atau Halal, Aman, Utuh, dan Sehat.
Selain itu, pengurus DKM diminta memperhatikan pengelolaan limbah hewan kurban agar tidak mencemari lingkungan, terutama dengan tidak membuang isi perut hewan ke saluran air atau sungai.
“Saran kami adalah setiap DKM mempunyai tempat untuk membuang isi perut, kemudian membersihkan dengan air secukupnya dan menghasilkan produk pangan asal hewan yang HAUS,” pungkasnya.
Diskannak Kabupaten Garut juga menyediakan informasi terkait ciri ternak sehat dan panduan penyembelihan melalui media sosial resmi untuk membantu masyarakat menjelang Iduladha. (****)












