Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang lomba perpustakaan desa terbaik. Desa Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak, berhasil meraih Juara I, disusul Desa Tanjungsiang Kecamatan Tanjungsiang sebagai Juara II dan Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang sebagai Juara III.
Membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Kang Rey menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.
“Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian dunia.
“Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” katanya.
Kang Rey juga mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup di tengah kemajuan ekonomi dan teknologi yang terus berkembang.
“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Karena itu, mari jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Menutup amanatnya, Kang Rey mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta menjunjung tinggi nilai religiusitas dan kemanusiaan sebagai jati diri bangsa Indonesia.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam persatuan, dan menjadikan nilai kemanusiaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa,” pungkasnya. (**)












