“Hari ini terdapat 48 akseptor yang mengikuti pelayanan MOW. Sebelumnya ada 62 calon akseptor yang telah menjalani proses screening. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan penilaian kelayakan medis, sebanyak 48 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tindakan MOW,” ujar Syamsu Riza.
Ia menambahkan, program pelayanan MOW ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya bagi pasangan usia subur yang telah merencanakan keluarga secara matang.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Subang dr. Nadiyah Tariq Basharahil, MARS, Plt. Kabid PKK Ida Parida, S.Kep, serta Kabid PP Dedeh Agustini Efendi, S.Sos., MM.
Dari pihak rumah sakit, hadir Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RSAU Dr. Hoediyono Suryadharma Mayor Kes dr. Kuswiyono, Sp.An-TI, bersama Sekretaris Rumah Sakit drg. Endiyanto.
Sementara itu, dr. Nadiyah Tariq Basharahil menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harganas 2026 sekaligus upaya percepatan target pelayanan kontrasepsi mantap di Kabupaten Subang.
Menurutnya, target pelayanan MOW Kabupaten Subang pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 225 akseptor. Hingga pelaksanaan kegiatan kali ini, capaian pelayanan telah mencapai 163 akseptor.
Pihak Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Subang, jajaran DP2KBP3A, RSAU Dr. Hoediyono Suryadharma, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah mendukung terselenggaranya pelayanan tersebut.

Program ini diharapkan terus memperkuat pelayanan keluarga berencana di Kabupaten Subang sekaligus mendukung terciptanya keluarga sehat, berkualitas, dan sejahtera melalui momentum peringatan Harganas 2026. (**)












