Bagi Madrais, kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga. Gebyar Senam Jabar Istimewa menjadi kesempatan untuk mempertemukan para guru dalam suasana kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan di antara tenaga pendidik.
Ia menilai bahwa semangat kebersamaan perlu terus dijaga di tengah beragamnya status kepegawaian guru. Perbedaan status tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang bagi para pendidik untuk saling mendukung dan bekerja bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Madrais menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan, terlepas dari status kepegawaian yang dimiliki. Di lingkungan pendidikan terdapat guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tenaga honorer, serta kategori lainnya.
“Walaupun ada istilah guru PNS, PPPK, PW, dan honorer, tetapi di PGRI ini tetap semangat terus untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” kata Madrais.
Ia berharap pelaksanaan kegiatan pada tahun berikutnya dapat kembali berjalan sukses. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan serupa diharapkan terus mempererat hubungan antarguru dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tanggung jawab di dunia pendidikan.
Peringatan HUT ke-81 PGRI melalui Gebyar Senam Jabar Istimewa di Kecamatan Binong menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya solidaritas di antara para pendidik. Dengan tetap memperhatikan kegiatan belajar mengajar, peringatan tersebut diharapkan dapat berlangsung secara efektif tanpa mengesampingkan kewajiban sekolah.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, para guru di Kecamatan Binong diharapkan terus bersinergi dan berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang semakin maju. (**)













