Melalui program tersebut, mahasiswa merancang pembuatan peta fisik Desa Gandasoli dan website resmi desa. Peta akan memuat informasi batas wilayah, dusun, RW, RT, jaringan jalan, fasilitas umum, serta tata guna lahan. Sementara website dirancang sebagai pusat informasi digital yang memuat profil desa, potensi pertanian, peternakan, UMKM, pendidikan, kesehatan, berita desa hingga pelayanan administrasi.
Program peta dan website tersebut juga dirancang saling terintegrasi. Peta fisik yang dipasang di Kantor Desa akan dilengkapi QR Code yang mengarahkan masyarakat menuju website Desa Gandasoli sehingga informasi dapat diperbarui dan diakses secara digital.
Selain program utama tersebut, mahasiswa juga menjalankan sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya edukasi anti-bullying dan pengelolaan sampah bagi siswa, lomba mewarnai untuk anak TK/PAUD, senam sehat bersama, turnamen voli antar-RW, serta tenis meja antar-RW. Program-program tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Gandasoli.
Dr. H. Ahmad Sobari, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan program KKNM tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Monitoring ini bukan sekadar melihat apakah program sudah dilaksanakan atau belum, tetapi bagaimana program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin memastikan mahasiswa mampu menghubungkan potensi desa dengan kebutuhan masyarakat sehingga hasil KKNM dapat terus dimanfaatkan setelah mahasiswa kembali ke kampus,” ujar Dr. Ahmad.
Menurutnya, program digitalisasi desa yang dikembangkan Kelompok 2 memiliki nilai strategis karena dapat membantu pemerintah desa menyediakan informasi yang lebih mudah diakses masyarakat. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan pemerintah desa dan masyarakat untuk melanjutkan serta mengelola hasil yang telah dibuat mahasiswa.













