“Poster yang beredar juga menunjukkan sejumlah indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu,” ujar Wisudo.
BKN mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Verifikasi dapat dilakukan melalui situs resmi BKN maupun portal SSCASN yang menjadi kanal resmi informasi seleksi ASN.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengklik tautan yang mencurigakan serta tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kredibilitasnya.
Wisudo menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif menghentikan peredaran hoaks, terutama yang berkaitan dengan proses seleksi ASN.
“Jangan sampai keinginan menjadi ASN justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selalu cek sumber informasi sebelum percaya dan membagikannya,” tegasnya. (**)












