MBG  

BGN Terapkan Prinsip ‘Zero Defect’ untuk Jamin Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

tribratanews.polri.go.id/PESANJABAR
“Kami sedang berupaya melengkapi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan alat rapid test untuk menguji bahan baku. Berdasarkan pengalaman di Jepang, sebagian besar gangguan pencernaan disebabkan oleh kualitas bahan baku,” ungkap Dadan, Selasa (21/10/2025).

JAKARTA.pesanjabar.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengadopsi prinsip “zero defect”, yakni pendekatan tanpa kesalahan dalam setiap proses penyediaan makanan bergizi. Prinsip ini terinspirasi dari sistem pengendalian kesehatan yang diterapkan selama pandemi COVID-19.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, penerapan prinsip tersebut bertujuan memastikan setiap porsi makanan yang diterima anak sekolah aman, bergizi, dan bebas dari risiko kesehatan.

“Kami sedang berupaya melengkapi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan alat rapid test untuk menguji bahan baku. Berdasarkan pengalaman di Jepang, sebagian besar gangguan pencernaan disebabkan oleh kualitas bahan baku,” ungkap Dadan, Selasa (21/10/2025).

BGN juga telah menetapkan standar baru bagi penyelenggara SPPG, di mana setiap unit akan melayani rata-rata 2.000 hingga 2.500 anak, bahkan bisa mencapai 3.000 penerima manfaat apabila memiliki juru masak bersertifikat.

“Kami juga menugaskan juru masak profesional untuk mendampingi SPPG baru selama lima hari, dan bisa diperpanjang bila diperlukan,” tambahnya.

Laman: 1 2

Source: tribratanews.polri.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *