BANDUNG.pesanjabar.com – Pemerintah Kota Bandung mulai mengambil langkah tegas untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar di sejumlah titik strategis. Kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemkot Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah dibahas selama sekitar satu bulan terakhir.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa pembongkaran difokuskan pada bangunan liar yang berdiri di sekitar aset milik pemerintah provinsi. Menurutnya, langkah itu dilakukan sesuai kesepakatan bersama gubernur.
Farhan mengatakan, pendekatan persuasif menjadi strategi utama dalam proses penertiban. Sebelum pembongkaran dilakukan, pemerintah lebih dulu memberikan edukasi dan berdialog dengan warga agar proses berjalan kondusif tanpa penolakan.
Ia menegaskan, secara aturan pemerintah tidak memiliki kewajiban menyediakan relokasi maupun kompensasi bagi PKL. Namun demikian, Pemkot tetap berupaya memberikan solusi melalui pelatihan usaha bagi para pedagang terdampak.
Laman: 1 2
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

SUBANG.pesanjabar.com – -Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang (HIMAPUBLIK FIA US) sukses…

CIREBON.pesanjabar.com – Madrasah Aliyah (MA) Mafatihul Huda di Desa Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon,…

BANDUNG.pesanjabar.com – Satpol PP Kota Bandung menyegel empat kios yang diduga menjual minuman keras (miras) ilegal…

KUNINGAN.pesanjabar.com – Kamis (11/06/2026). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan memasuki tahap pengawasan…

CIAMIS.pesanjabar.com – Peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan yang meliputi…







