Ia mendorong pemuda agar memiliki keberanian untuk berinovasi dan membangun keunggulan yang membedakan mereka dari tenaga kerja maupun pelaku usaha lainnya.
“Ini bukan hanya soal ingin menjadi karyawan. Kita juga harus mampu memanfaatkan peluang yang ada,” tuturnya.
Agus menilai, generasi muda perlu memiliki inisiatif, kerja keras, inovasi, serta kemampuan kepemimpinan. Berbagai kemampuan tersebut menjadi modal penting agar pemuda Subang mampu bersaing dan mengambil manfaat dari perkembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, persaingan tidak harus selalu dihadapi dengan cara yang sama. Pemuda justru perlu menciptakan peluang baru melalui gagasan dan kreativitas sehingga mampu membangun ruang usaha maupun kontribusi yang belum banyak digarap.
Lebih jauh, momentum Hari Sumpah Pemuda tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial atau peringatan sejarah semata. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata melalui karya, pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, generasi muda juga diajak membangun karakter patriotik, gigih dan berempati. Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi maupun kekayaan, tetapi juga oleh kualitas manusia dan kepeduliannya terhadap sesama.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan generasi muda tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.
Dengan potensi dan peluang pembangunan yang terus berkembang, pemuda Subang diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang kompeten, mandiri dan berdaya saing. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi turut menentukan arah masa depan Kabupaten Subang. (**)













